7 Tipe Penulis Yang Harus Anda Ketahui

Bagi sebagian orang, menulis merupakan aktifitas yang membosankan dan menyesakkan. Saya ingat ketika dulu masih duduk di SD, ketika pelajaran mengarang tiba, saya kebingungan, sedikitpun tidak ada ide yang melintas di dalam otak. Walaupun saat itu, guru saya mengatakan silahkan mengarang bebas, tidak ada aturan dan menceritakan tentang aktifitas keseharian. Disitulah otak saya mandek, pinsil sudah saya raut sekitar 15 menit lalu, walaupun sebenarnya meraut pinsil cukup 2 menit saja, namun karena maksud ingin mengulur waktu karena guru sedang melewati meja tempat saya duduk. Pinsil tajam itu tidak bergerak, hanya menancap keras di pinggir halaman buku yang masih putih bersih.

Hingga SMA, aktifitas menulis bagi saya masih merupakan kegiatan yang membosankan, hingga suatu hari saya salah masuk jurusan. Niat hati ingin masuk Keguruan, tapi terbuang ke jurusan Komunikasi. Ya.. Jurusan yang mau tidak mau, harus berkutat pada persoalan tulis menulis. Sejak saat itulah, saya merasa, menulis bukanlah kegiatan yang memandekkan pikiran, bahkan lebih dari itu, aktifitas menulis dapat mengurai kepenatan otak dan jiwa… Tidak percaya…? silahkan saja… hehhe, saya juga tau kalo rukun iman hanya 6 perkara… 😀

Tapi, walaupun anda tidak suka menulis, anda harus tahu 6 tipe penulis dibawah ini. Siapa tahu anda akan berhubungan dengan ke 6 tipe penulis ini: yuk simak…

1. Professional Writer
Seperti namanya, ia melakukan aktifitas tulis menulis sebagai profesinya. Artinya, kerjaannya sehari-hari adalah menulis, baik menulis buku, cerpen, novel dan lain-lain. Jangan coba-coba meminta tulisan gratis dari mereka, satu paragraf pun akan akan ditagih untuk membayarnya. Ya.. walaupun satu paragraf, artinya anda menggunakan waktu nya untuk mencari nafkah. Ya… anda harus membayarnya. Selain tujuan finansial, biasanya penulis profesional ini juga ingin dikenal sebagai penulis.

Layaknya seperti dokter, atau pengacara, sangat menghargai profesinya. Dibeberapa negara, profesi penulis ini sangat dihargai. Bahkan ada yang menyebut dirinya fulltime writer. Artinya, tiada hari tanpa menulis. Baik itu novel buku dan lain-lain. Tujuannya tidak lain adalah finansial untuk menghidupi kehidupannya. Salah satu contoh fulltime writer yang sukses adalah J.K Rowling, penulis novel Harry Potter.

2. Copywriter
Jangan terkecoh dengan kata “copy” di atas, itu bukan maksud bahwa penulis itu adalah plagiator. Tapi “copy” disini maksudnya adalah Copyright. Biasanya penulis ini bekerja di bidang biro jasa periklanan. Penulis ini tidak menulis karena ia hobi menulis, tapi ia menulis untuk mempengaruhi pembaca. Isi tulisannya harus bisa mengajak, menghipnotis, mempengaruhi konsumen untuk mempercayai suatu produk.

Pernah ingat tulisan “Chokolatos memang lezatos”, walaupun hanya beberapa kat, tapi itu adalah hasil dari copywriter. Tugasnya adalah memikirkan kata-kata yang membranding suatu merek. Jadi si pemilik produk, datang ke biro jasa iklan hanya dengan membawa produknya. Konsep iklan dan tulisan-tulisan serta tagline itu diserahkan ke biro iklan. Untuk itulah, copywriter sangat berperan penting atas berhasil dan gagalnya sebuah iklan pemasaran.

3. Ghost Writer
Walaupun ada beberapa kontilanak dan dan jailangkung bisa memegang alat tulis, tapi bukan itu maksud saya. Ghostwriter adalah seseorang yang menulis sesuatu, namun tulisannya dijual ke orang lain dengan hak menulis nama si pembeli. Misalnya, anda menulis naskah buku, lalu naskah buku itu saya beli, lalu buku tersebut saya terbitkan dengan nama penulis adalah saya. Karena itulah anda disebut hantu.. hehehe.

Biasanya, pelanggan ghostwriter ini adalah para politisi atau para pejabat. Walaupun kenyataannya masyarakat Indonesia tidak suka membaca, tapi jika ada seseorang diketahui telah menulis buku, pastinya ia dianggap orang pinter. Dilain sisi, menulis buku bagi seorang politisi adalah strategi pencitraan dirinya. Di Indonesia sendiri, sangat banyak buku-buku yang ditulis oleh ghostwriter, terutama buku-buku politisi dan pejabat. Lebih-lebih, jika mendekati masa Pemilu, orderan ghostwriter membludak. Dan biasanya, tarifnya juga mahal… Bagaimana dengan anda..? segeralah menjadi penulis hantu… hehehe 😀

4. Script Writer
Film yang bagus tidak terlepas dari peran scriptwriter yang menulis naskah dialog film tersebut. Menulis naskah film tidak sama dengan menulis novel atau cerpen, si script writer harus memiliki skill menulis serta harus dapat menciptakan situasi yang menarik, sehingga ketika script atau naskah tersebut di aplikasikan pada sebuah film akan menarik.

Selain pemahamannya tentang tulis menulis, terutama menulis dialog, scriptwriter juga harus memahami istilah dalam dunia film. Misalnya seperti “camera roll on”, “camera fade in”, “camera zoom out” dan lain-lain. Karena istilah tersebut nantinya juga akan ada dalam naskah film.

5. Business Writer
Maksudnya bukan berbisnis penulis. Tapi tujuan utama dalam menulis buku adalah untuk pengembangan bisnisnya. Penghasilan yang diharapkan oleh penulis ini bukan hanya dari penjualan buku. Bahkan seringkali bukunya dijual semurah mungkin. Tujuannya adalah untuk pengembangan usahanya. Misalnya ia pengusaha mobil antic, lalu menulis buku tentang segala hal berkaitan dengan mobil antic. Tujuannya adalah, agar pembaca mengenal dia sebagai pengusaha mobil antic, sehingga diharapkan, dengan menulis buku kredibelitasnya sebagai pengusaha mobil antic akan dikenal orang.

Hal ini juga biasa dilakukan oleh motivator, ia menulis buku-buku motivasi dengan tujuan dan harapan agar ada penulis yang mau mengundangnya mengisi acara atau seminar. Untuk itulah ia dibayar tentunya.

6. Idealism Writer
Ini kawasannya para aktifis. Para aktifis selalu menulis sesuatu berdasarkan idealismenya. Misalnya aktifis HAM, tentu akan menulis tema-tema HAM yang ia pahami. Seringkali tujuannya bukanlah uang. Tapi ia memiliki niat untuk menggerakkan, menyadarkan dan atau memberikan pemahaman tentang sesuatu.

Biasanya, penulis seperti ini tidak suka diiming-imingi dengan uang ketika ia akan menulis buku atau artikel. Baginya, tulisannya harus bisa menyadarkan orang lain. Tidak penting tulisannya itu laku atau tidak dibeli oleh

7. Media Writer
Nah, ini dia penulis narsis. Tujuannya hanya ingin dimuat di media. Biasanya ia hanya menulis artikel dan cerpen. Jarang sekali mencoba untuk menulis sebuah buku yang utuh. Jika tulisannya dimuat di media, girangnya minta ampun. Walaupun menulis dimedia, bagi beberapa orang penting dilakukan untuk mencerahkan atau menuangkan opininya. Namun bagi orang yang memiliki tipe Media Writer ini, ia seakan hanya bisa hidup dari menulis di media massa.

Tulisannya pun kadang-kadang hanya mengkritisi realitas social pada saat itu saja. Namun jarang mengemasnya dalam sebuah analisa yang utuh. Parahnya lagi, beberapa tipe penulis seperti ini, menulis dimedia sebagai ajang pamer. Ketika di undang untuk berbicara tentang opininya di media, ia menolak.

Ya.. itulah 7 tipe penulis menurut saya. Sebenarnya ketujuh tipe itu tidaklah mutlak, banyak lagi tipe-tipe penulis lainnya, misalnya blogger, traveler writer, dan lain-lain. Tapi setidaknya anda bisa memetakan penulis mana yang anda geluti atau mungkin suatu saat anda akan berhubungan dengan mereka..

Begitulah….

4 thoughts on “7 Tipe Penulis Yang Harus Anda Ketahui”

  1. Saya percaya menulis seperti memberi jejak pada kehidupan. Setiap kata yang dipilih, kalimat yang dirangkai, tanda baca yang dibubuhkan seperti meneteskan DNA penulisnya. Kalau kita baca karya penulis terkenal kita akan melihat gaya yang dia pilih sehingga menjadi kekhasannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.