Beda Cara Menulis Artikel Sejarah dan Traveling Sejarah

travelwriterletter-900x948Menulis merupakan aktifitas yang menyenangkan, selain juga bisa menoreh sejarah, menulis membuat kita berguna eksis di dunia ini. Saya percaya, menulis adalah pengikat zaman. Kegiatan inilah yang menghubungkan kita dengan anak cucu kita nantinya.

Tapi kali ini saya tidak sedang membicarakan manfaat menulis. Tapi saya ingin membagikan tips cara menulis artikel dengan muatan sejarah dengan artikel traveling sejarah.

Ini bukanlah tips dari seorang ahli dalam hal pertukangan menulis, tapi ini merupakan tips berdasarkan pengalaman dan selera dari seorang tukang tulis.

Sebelumnya, saya ingin mengajak anda untuk memiliki satu pemahaman dengan saya tentang apa itu artikel sejarah, dan apa itu artikel trveling sejarah.

Menurut saya, artikel sejarah adalah artikel yang menceritakan keadaan, kejadian dan aktifitas masa di masa lalu. Dalam artikel ini jelas sekali memuat data-data seperti tahun, nama orang, nama tempat, lokasi, angka-angka dan bukti-bukti sejarah. Bukti-bukti sejarah bisa berupa fisik, tulisan, maupun hasil penelitian. Jika artikel sejarah ini tidak di tulis oleh ahli sejarah (ahli sejarah yang diakui secara akademik), maka penulis wajib, sekali lagi WAJIB mencantumkan sumber akurat. Jika tidak, maka tulisan tersebut adalah tulisan yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Lalu, apa bedanya dengan artikel traveling sejarah…?

Traveling merupakan suatu kegiatan berjalan keluar untuk menikmati hidup dan mengunjungi lokasi-lokasi yang indah, bernilai sejarah, dan fun.

Seorang traveler (orang yang melakukan aktifitas traveling) yang menulis tentang lokasi-lokasi bersejarah disebut dengan Traveler Sejarah, dan hasil karyanya disebut dengan Traveling Sejarah. Banyak juga yang menyebutnya dengan Heritage Traveling. Fokus utama dalam tulisan traveling sejarah adalah pada lokasi yang menarik minat traveler.

Berbeda dengan artikel sejarah, artikel traveling tidak terlalu memuat angka-angka yang membosankan, namun lebih banyak berisi tentang aktifitas-aktifitas menarik yang bisa dilakukan pada lokasi bersejarah tersebut. Selain itu, juga memuat “how to reach” atau bagaimana cara bisa datang ke lokasi tersebut.

Walaupun demikian, penulis traveling sejarah, juga harus melakukan riset terkait angka dan tahun. Ya, walaupun itu membosankan, tapi traveler yang suka sejarah pasti tidak ingin mengunjungi rumah masa kecil anda yang bersejarah sejak beberapa lalu bukan..?

Selamat menulis….

2 thoughts on “Beda Cara Menulis Artikel Sejarah dan Traveling Sejarah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.