Jajan Buat Junior

Dunia akademisi tidak terlepas pada dunia karya tulis. Terutama tulisan dengan genre ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Tulisan-tulisan yang dihasilkan oleh akademisi, selain harus memnuhi segala kaidah ilmiah, juga dituntut agar dapat menguraikan persoalan-persoalan kekinian, sesuai dengan latar belakang keilmuan sang akademisi tersebut.

Dalam dunia akademisi, terutama para dosen yang mengajar di perguruan tinggi, Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan kode etik tertinggi yang harus di junjung. Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian. Walaupun Tri Dharma ini tidak secara spesifik menohok hanya kepada dosen, tapi paling tidak seorang dosen bertanggung jawab kepada institusi perguruan tingginya untuk menjalankan Tri Dharma tersebut.

Penelitian misalnya, kegiatan ini menjadi tanggung jawab dosen sebagai pengemban dharma ini. Tak terkecuali, setiap dosen harus melakukan penelitian. Kenapa..? berbagai alasannya. Ada yang menyebut bahwa dengan melakukan penelitian, maka seorang dosen dapat mengembangkan keilmuannya. Ada juga yang gusar, karena ia harus melakukan penelitian untuk tambahan gaji yang paspasan, karena mendapatkan proyek penelitian, terutama penelitian yang dibiayai oleh pemerintah, tak ayal menjadi ajang rebutan bagi para dosen junior untuk menambah uang saku. Tapi tak jarang, banyak dosen melakukan penelitian karena mengejar kredit point untuk kenaikan pangkat.

Biasanya, yang terakhir ini, kerap menjadi modus para dosen senior untuk “katanya” membantu dosen junior mendapatkan uang jajan. Dosen junior yang melakukan penelitian, tapi penelitian di sebut atas nama dosen senior. Dosen junior mendapat uang jajan, senior dapat kredit point naik pangkat. Suatu hubungan simbiosis mutualisme bukan..? sangat harmonis. 🙂

Jadi tak perlu risau dan gundah hati, jika anda melihat hasil penelitian yang “katanya” dilakukan oleh seorang Doctor atau Profesor, bahasanya masih acak-acakan, metodenya juga amburadul, dan kesimpulannya tak berujung. Karena harap maklum, sang junior sedang belajar menjadi Doctor. 🙂

Pun tak perlu risau, jika anda melihat atau mendengar berita di televisi, ada Doctor atau Profesor yang dicerca karena tulisannya adalah plagiat alias mencontek atawa mengklaim tulisan orang lain sebagai tulisannya. Maklum saja, juniornya sedang khilaf.

Pun juga tak perlu gundah gulana, karena tidak semua dosen suka memberi jajan kepada juniornya. Bahkan banyak profesor di negeri ini yang menciptakan perubahan melalui tulisan-tulisannya dan buku-bukunya.

Begitulah….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.